Gejala Penyakit Amiloidosis

Menurut hellosehat.com penyakit amiloidosis adalah penyakit yang menyerang organ ginjal terutama dan bisa juga menyerang organ lainnya seperti jantung, hati, usus, paru-paru, lambung dan organ dalam lainnya. Penyebab munculnya yaitu terjadinya penumpukan zat amilod di dalam tubuh. . Zat amilod dalam tubuh tidak dapat diolah dalam porses metabolisme tubuh sehingga apabila terjadi penumpkan zat amilod akan terbentuk sebuah gugus amilod yang disebit dengan deposit amilod. Deposit amilod kemudian akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

Ada banyak gejala penyakit amiloidosis yang dimunculkan akibat dari respon yang terjadi di dalam tubuh. Gejala yang muncul dari penyakit amiloidosis menurut detik.com adalah tubuh mengalami pembengkakan seperti di bagian tangan, kaki, dan wajah. Mengalami penurunan berat badan secara drastis, mengalami diare, merasa kenyang yang terlalu cepat, tubuh merasa lelah dan lemah padahal tidak sedang dalam kegiatan yang menguras tenaga dan fisik, detak jantung tidak beraturan, kesusahan untuk menelan, terdapat protein di dalam urin atau air kencing, terjadi perubahan pada kulit yaitu penebalan pada kulit atau kulit mudah memar, mengalami sesak nafas, tangan sering mengalami kesemutan, dan lidah membesar.

READ  Penyebab Tubuh Bisa Mengidap Penyakit Amiloidosis

Masih banyak gejala-gejala penyakt amiloidosis yang dapat muncul. Itu hanya sebagian besar. Apabila tubuh menunjukan beberapa gejala tersebut segera konsultasikan pada dokter. untuk itu diperlukan serangkaian yang perlu di jalani berupa :

  1. Biopsi ginjal. Pemeriksaan dilakukan untuk mengambil sampel ginjal untuk melihat jaringan yang menjadi tempat penumpukan zat amolid.
  2. Pemeriksaan imaging. Serangkaian pemeriksaan yang dilakukan seperti CT scan, MRI, dan echocardiogram.
  3. Pemeriksaan urin yang bertujuan untuk melihat adanya protein yang tidak normal didalam tubuh yang mengindikasikan penyakit amiloidosis.

Setelah diketahui penyakit amiloidosis pada tubuh maka dokter akan menyarankan serangkaian pegobatan berupa :

  • Menjalani kemoterapi.
  • Menjalani terapi obat steroid atau terapi medikamentosa.
  • Transplatasi stem cell
READ    Cara Mengobati Penyakit Anemia Defisiensi Zat Besi

Ada beberapa jenis penyakit amiloidosis ini yaitu :

  1. amiloidosis AL, penyebabnya adalah kareba sumsum tulang belakang yang memproduksi antibodi yang tidak normal pada tubuh. Akibatnya keberadaan antibodi ini akan mengganggu proses metabolisme tubuh.
  2. Amiloidosis AA. Dapat menularkan penyakitnya ke organ usus dan menyebabkan penyakit arthritis. Penyakit amiloidosis tipe herediter disebabkan oleh kelainan bawaan umum seperti kelainan hati, saraf, jantung, dan ginjal. Amiloidosis menyerang orang yang telah lama mengidap penyakit ini.
  3. ATTR Amiloidosis. Penyakit ini disebabkan oleh genetik dari keluarga. Jadi penyakit ini telah ada turun-temurun dari keluarga dan biasanya resiko terserang lebih besar daripada orang lain.
  4. ABM2 (beta2-mikroglobulomin terkait dialisis amiloidosis). Terjadi pada pasien yang telah lama menderita penyakit amiloidosis.

 

Sebenarnya belum diketahui secara pasti obat penyembuhan secara total dari penyakit ini. Sebagian besar hanya untuk mengurangi gejala agar tidak memperparah keadaan. Semua orang beresiko terserang penyakit miloidosis namun yang paling beresiko adalah laki-laki, orang yang mengidap penyakit mieloma multipel, dan orang yang sedang menjalani dialisis dalam jangka waktu yang lama.

READ  Penyebab Penyakit Anemia Defisiensi Zat Besi

Apabila tidak segera ditindak lanjuti, penyakit amiloidosis akan menyebabkan komplikasi beberapa komplikasi jantung. Zat amilod yang terdapat dalam jantung dapat menyebabkan otot dinding jantung menjadi kaku, darah yang terdapat di dalam jantung juga akan berkurang. Terjadinya komplikasi ginjal. Akibat dari penyakit amiloidosis, fungsi ginjla akan terganggu akibatnya racun-racun yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh melalui ginjal akan tertumpuk di dalam. Terjadinya pendarahan (gastrointestinal amyloid)  di dalam sistem pencernaan seperti usus halus, usus besar, lambung dan anus.

 

 

Sumber Halodoc.com